indonesaEnglish

GIIIPPPPPPPPPPPP

Sabtu, 15 April 2017

Siapa Bilang Musik Kekinian Indonesia Jauh Dari Namanya Kualitas ?

Sabtu, 15 April 2017



CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Siapa Bilang Musik Kekinian Indonesia
Jauh Dari Namanya Kualitas ?
Via : http://www.listchallenges.com

Sering banget lihat Komentar Para Netizen, di Youtube maupun Beberapa Portal Musik Indonesia, yang ngerasa bahwa Musik Zaman Sekarang berbeda dengan Musik Zaman Dahulu, yang serasa ngena di Hati ...

Katanya Musik Zaman Sekarang enggak ada bagus - bagusnya, dibandingin Musik Zaman Dahulu.

Coba aja lihat dari Lirik, dan Harmonisasi Lagu, nggak ada bagus - bagusnya !

Di mana intinya, Musik Zaman Sekarang, memang nggak ngena di Hati Mereka !

Anggapan (Stigma) itu memang ada benarnya, tapi nggak 100% benar.

Menurut Sepengetahuan Kami, Musik Kekinian Indonesia, masih dinilai layak, bahkan pada masa kini, Musik Indonesia sedang bangkit - bangkitnya, dan mengarah ke Kualitas Musik, yang baik ...

Meski diwarnai dengan Penjualan CD, yang seret, karena banyaknya Pembajakan, dan Download secara ilegal, tetapi nggak melunturkan semangat Para Musisi Indonesia dalam berkarya ...

Berikut Kami Hadirkan
Siapa Bilang Musik Kekinian Indonesia
Jauh Dari Namanya Kualitas ?

1. Say Goodbye
Era Musik Melayu ...

Via : https://www.youtube.com



Satu alasan, yang tepat bahwa Nuansa Musik Melayu telah hilang pada Musik Kekinian Indonesia.

Sekarang bukan zamannya lagi, Kamu denger Lagu Cinta Sendu Nan Mendayu Melulu dengan lirik puitis atau mungkin seadanya, yang sering dibawain oleh ST12, Kangen Band, and The Gank ...



Era dodol, dengan Fashion Ala Rocker, yang bisa dibilang kurang pas, jarang Kamu temui lagi pada Musik Kekinian Indonesia, saat ini.

Kalaupun ada Musisi Indonesia, yang mampu Eksis, dengan Genre ini, bisa dibilang jumlahnya makin dikit ...

Ngangenin Coy Lagunya !
Via : https://www.youtube.com/

Emang nggak dipungkiri Era Melayu bisa dibilang Paling Membumi, cocok dengan Kondisi Masyarakat Indonesia, yang sebagian besar suka Musik Dangdut, yang masih satu rumpun dengan Musik Melayu ...

Walaupun kalau dipikir, Musik Melayu juga nggak mewakili secara Keberagaman Musik Indonesia, karena lebih menekankan Karakter Musik Wilayah Asia Tenggara, seperti : Malaysia, Singapura, Brunei, dan Indonesia.

Tapi, di Era Internet sekarang ini, tahap demi tahap Masyarakat Indonesia, juga belajar untuk mencintai Musik Lainnya, di luar Genre Musik Dangdut, maupun Melayu.

Sehingga Kita bisa Say Goodbye dengan Musik Melayu !

2. Say Goodbye
Era Boy & Girl Band



Masih ingat setelah Era Musik Melayu mulai memudar, lalu muncullah Era Boy & Girl Band, yang bisa dibilang Katanya Jago Nyanyi maupun Ngedance ...

Munculnya Fenomena Boy, dan Girl Band di Tanah Air dimulai dari Beberapa Anak Alay Indonesia, yang suka dengan Penampilan Boy & Girl Band Korea Selatan, kaya Suju, SNSD, maupun EXO.


Lalu diantara Para Musisi Indonesia, ada yang coba manfaatin Moment ini, untuk mengangkat kembali Citra Boy & Girl Band Indonesia, yang jago nyanyi ditambah negdance mirip Artis K - Pop Idaman Mereka.

Tapi apa boleh buat, ini bukan zamannya lagi Trio Libels, Cowboy, Rida Sita Dewi (RSD), hingga AB Three ?

Secara dari Segi Kualitas, Vokal Mereka, pastinya lebih unggul ketimbang Boy, and Girl Band, yang Booming di Era 2010 - an, yang kebanyakan hanya bermondal tampang dengan muka unyu - unyu, Minim Kualitas, dan sedikit Ngedance ...

You Know Me, So Well Lah !

Dibuat rame - rame juga bukan tanpa sebab ?

Mungkin maksudnya biar nggak ketahuan, mana yang rada Pitchy (Fals) atau Salah Narinya ...

Padahal kalau dipikir, makin rame, bukan makin susah ya ?

Terutama Pembagian Suara, dan Harmonisasinya ...

Termasuk juga Pembagian Honor Manggung kale ...

Masa, yang dijual cuman tarian, padahal Mereka kan masuk di Industri Musik ?

Jadi deh Mereka gugur satu per satu !


Via : https://www.youtube.com

Sepertinya cuman JKT 48, Girl Band Franchise Made In Japan, yang Personilnya gonta - ganti, dengan Jumlahnya Bejibun sedikit mampu bertahan di Belantika Musik Indonesia.

Selebihnya Kamu lihat aja sendiri Boy & Girl Band kaya : SMASH, 7 Icons, Cherrybelle, bahkan Cowboy Junior, apa pernah ngeluarin Single Baru lagi ?

3. Munculnya Generasi Penyanyi Solo Terbaik ...

Masa Boy & Girl Band memang telah berakhir.

Ini masa bagi Kalian dengerin Musik Berkualitas, lewat Penyanyi Terbaik Indonesia, saat ini.

Sejumlah Musisi Indonesia, kaya Tulus, Afgan, Sandy Sandoro, Adera, Kunto Aji, Teza Sumendra, Rendy Pandugo, Rizky Febian, Raisa, Isyana Sarasvati, Yura Yunita, Maudy Ayunda, makin memperkaya Khazanah Musik Indonesia.

Kebanyakan Mereka datang dari Latar Belakang (Background) Orang Berada, jadi ya bisa dipastiin, kalau Mereka juga nggak tanggung untuk belajar di Sekolah Musik Terbaik, baik di Indonesia maupun Luar Negeri ...

Hasilnya :

Mereka dekat dengan, yang namanya Kualitas.

Beberapa Lagu Mereka juga banyak, yang disukai oleh Orang Luar, karena liriknya banyak, yang dibuat pake Bahasa Asing (minimal Bahasa Inggris).



Via :https://www.youtube.com/

Ya, Kalau dibilang di Era Musik Masa Kini, Musik Kekinian Indonesia jadi lebih Internasional !

4. Selamat Datang
Musik EDM, RAP dan Akustik Minimalis
Di Era Musik Kekinian Indonesia

Via : https://www.ste-michelle.com/

Nggak zamannya lagi Kamu denger Lagu Sendu Cengeng Nan Melayu, dengan Isi Cinta Melulu atau lihat Penampilan Aksi Alay Boy & Girl Band Indonesia.

Musik Kekinian Indonesia, lebih dekat dengan Electronic Dance Musik (EDM), RAP - Hip Pop, hingga Akustik Minimalis.

Midnight Quickie - Musisi EDM Kekinian Indonesia
Via : http://www.digilive.co.id

Musik EDM, yang dipelopori oleh Generasi Musisi EDM Masa Kini. Seperti : Angger Dimas, Winky Wiryawan, Midnight Quicky, hingga Soundwave (Jevin Julian & Rini Wulandari), makin membuka jalan bagi berkembangnya Genre ini di masa kini.

Terlebih dengan adanya Acara The Remix di Net TV, membuat Euphoria Era Musik Kekinian Indonesia oleh Para Pendengar Musik ini, makin kerasa.

Di mana biasanya Mereka adalah Anak Muda Indonesia, yang punya sikap Energik, Kreatif, dan selalu Positif untuk menatap Masa Depan Negeri Ini Lebih Baik ...

Memang harus diakui :

Banyak Penikmat Musik Indonesia, yang beranggapan bahwa : Musik EDM, yang biasa digunakan buat Acara Dugem, dan hura -  hura, Musiknya kurang ngena di Hati Pendengar, jika harus menjadi Trend, untuk Musik Kekinian Indonesia.

Padahal Kita sama tahu bahwa :

Musik, yang biasa dibawakan oleh Para Disc Jockey ini, susahnya minta ampun, bila harus di Racik (Match Up) dengan memadukan antara Lagu Satu, dengan Lainnya, agar nampak Enak didengar

Para Disc Jockey Indonesia masa kini, juga nggak hanya coba nyampur lagu, kaya buat Acara Dugem Masa Lalu, tetapi jauh dari itu, Mereka juga belajar cara Buat Lagu, yang Enak, dan bisa diterima oleh Pasar Musik Indonesia.

Maka jangan heran, jika Para Disc Jockey ini, juga mampu mainin alat musik lainnya (seperti : Piano, Guitar, hingga Drum).

Tentu saja, selain Mereka piawai mainin Piringan Hitam hingga Aplikasi Via Laptop, yang biasa Mereka bawain.

Penguasaan Partitur, Chord, hingga Tangga Nada Lagu, wajib dimiliki oleh Para DJ.

Jadi bisa dibilang Mereka, nggak asal saat meracik maupun membuat Lagu ...

Young Lex - Rapper Kekinian Indonesia
Via : http://maranathapuspa.blogspot.co.id

Lain halnya dengan EDM, Rap Music, dan Bentuk Turunannya “Hip - Pop” ternyata juga mewarnai Blantika Musik Kekinian Indonesia.

Biasanya Mereka menyuarakan tentang Fenomena Sosial, yang kerap terjadi di Indonesia.

Di Era kini, Musisi Rap, juga ada yang dapat memadukan dengan Musik Etnik Khas Indonesia.

Sebut saja Bondan Prakoso & Fade 2 Black, Young Lex, Rich ChiggaJ - Flow, hingga Saykoji, dan Iwa K adalah : Beberapa Bukti Eksistensi Musisi Rap pada Musik Kekinian Indonesia.

The Overtunes - Perintis Akustik Minimalis Indonesia
Via : http://www.bintang.com

Beda lagi dengan EDM, dan Rap Music,

Bentuk Anti Klimaks, sengaja dihadirkan pada Genre Akustik Minimalis, di Era Musik Kekinian Indonesia.

Sentuhan Musik dengan Iringan Guitar Kustik, Piano, Drum hingga Cajon, biasa dihadirkan oleh Para Musisi Indonesia Masa Kini.

Biasanya Mereka perform di Kafe Romantis Terbaik Indonesia, dengan iringan itu.

Bahkan adapula, yang berhasil membawakan Penampilannya, dari sebelum terkenal hingga menjadi terkenal Via Youtube, sehingga ada istilah Artis Youtube ...

The Overtunes, Hivi, RAN, Tulus, bahkan jauh sebelumnya Maliq & D'Essentials adalah Pelopor Aliran ini untuk beberapa Single Hits Mereka !

5. Sebenarnya Merekalah Paling Dekat 
Dengan Era Nuansa Musik 80 - 90an


Dengerin Alasan Armand Maulana Come Back Solo Album !
Via : https://www.youtube.com

Kalau diantara Kalian, yang merindukan denger Suasana Lagu 80 - 90an, ini adalah saatnya !

Percaya Enggak Percaya, Musik Kekininan Indonesia, bisa dikatakan paling dekat dengan nuansa itu.

Di mana pada Masa itu (Era 80 - 90an), Musik Indonesia bisa dikatakan paling berkualitas dari Segi Lirik, dan Harmonisasi Lagu.

Masih mempunyai Benang Merah, yang sama, Nuansa Pop, yang rada Jazzy, R&B, hingga Genre Black Music, kembali hadir pada Musik Kekinian Indonesia.

Maka nggak heran, kalau beberapa Musisi Indonesia, yang hidup di masa itu, kembali Eksis di Era Kini.

Beberapa diantara Mereka, ada yang sengaja berkolaborasi dengan Musisi Indonesia saat ini.

Punya Benang Merah Sama, Finally Mereka Buat Kolaborasi
Via : http://ticket.cognitix.id

Sebut saja : Kahitna, yang bergabung dengan RAN menjadi KahitRan.

Musisi Indonesia, seperti : Indra Lesmana, Armand Maulana, Glen Fredly, Marcel, Tompi, Rossa, Anggun, Agnez Mo, Kahitna hingga Sederet Musisi Baru Indonesia : Payung Teduh, Fatin, Indah Nevertari, Yuka Tamada, dan Gamaliel, Audrey, Cantika (GAC), diprediksi masih bertahan, dan bakal memperkuat Nuansa Musik Kekinian Indonesia.

Jadi :
Siapa Bilang Musik Kekinian Indonesia
Jauh Dari Namanya Kualitas ?

Kembali : ARTIKEL

Kamis, 06 April 2017

LACOSTE SPORT SHIRT - E.1 - IDR 475.000,-

Kamis, 06 April 2017

LACOSTE SPORT SHIRT - E.1 - IDR 475.000,-

LACOSTE SPORT SHIRT - E.1 - IDR 475.000,-

Jakarta Vs Tangerang, Kamu Pilih Mana ?


CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Jakarta Vs Tangerang,
Kamu Pilih Mana ?


Hidup mapan di Ibu Kota Negara Indonesia, Jakarta, dengan Gaji Gede, mungkin masih menjadi dambaan bagi Setiap Orang.

Tinggal di Pemukiman Elite, dekat dengan Pusat Kota, ditambah sejumlah kemudahan, dan Fasilitas Penunjang lainnya, yang bisa dibilang paling lengkap, Siapa, yang nggak mau coba ?

Masalahnya lama kelamaan, anggapan (Stigma) tentang mimpi hidup enak di Ibu Kota, Jakarta makin pudar aja.

Jakarta, sudah dianggap nggak ramah lagi...

Terutama bagi Kamu, yang dianggap nggak mampu (Kompeten), pastinya akan mudah tereleminasi.

Belum lagi Kondisi Permasalahan Jakarta, yang Macet Kronis, Banjir di Beberapa Tempat, Rawan Kejahatan di Beberapa Daerahnya, menjadi momok, yang menakutkan bagi Sebagian Orang.

Jakarta, kini dah nggak ramah lagi, ... apa - apanya pake Bayar !

Kentut aja, kalau ada wujudnya mungkin bisa dibisnisin.

Siapa Suruh Datang Jakarta !


Emang harus Kita akui ! 

Jakarta sejak beberapa tahun ini, mengalami kemajuan, tetapi untuk mengurai Permasalahan, yang begitu gawat (Krusial), kaya Banjir, dan Kemacetan Kronis, belum dapat dibilang 100% terselesaikan.

Jadi mau ngak mau, ya masih angan - angan hidup enak di Ibu Kota Jakarta.

Alasan Kenapa Kota Bekasi Nggak Disebut !
Via : https://memesuper.com

Lagipula beberapa DaerahKotaPenyangga, kaya Depok, Bogor, Tangerang (asal bukan Bekasi, “ ups sorry bercanda ! ” ...) makin melengkapi dirinya sebagai Pusat Bisnis, Industri, maupun Perkantoran dengan Beberapa Kota Mandiri, maupun Satelitnya.

Dengan harapan agar Mereka mau menetap, hingga akhirnya ngantor di Daerah Penyangga itu.

Jadi nggak ada lagi alasan bagi Mereka untuk tinggal, dan menetap di Ibu Kota Jakarta ...

Berikut Kami Hadirkan
Jakarta Vs Tangerang,
Kamu Pilih Mana ?











Kenapa Harus Tangerang ?

Lippo Village Tangerang 
Via : http://www.teguhhidayat.com

Secara Umum, selain Daerah Penyangga ini mempunyai luasan, yang lebih luas dibandingkan dengan Daerah Penyangga lainnya (Karena terdiri dari 3 Daerah, yang Bernama Tangerang, yaitu : Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan), Daerah Tangerang, ternyata mempunyai posisi, yang lebih strategis, dan dekat dengan Jakarta, terutama di Wilayah Barat, dan Selatan.




Coba saja Kamu bandingkan dengan Kota Bekasi !

Untuk Akses ke sana, Jika mau cepet, secara umum Kamu harus lewatin dulu Tol Lingkar Jakarta minimal untuk menuju Daerah Kemang Pratama, maupun Jatibening, Bekasi.

Hal ini, tentunya beda, jika Kamu bandingin untuk Akses menuju Daerah Tangerang - Jakarta.

Dari Terminal Lebak Bulus, cukup lewatin Jalan Pondok Cabe, walaupun diakui “cukup macet” juga, pada jam tertentu, tetapi Kamu masih bisa sampe di Pamulang, yang merupakan Salah Satu Titik Penting di Daerah Tangerang Selatan, tanpa harus lewat Jalan Tol.

Jalan Layang Non Tol Bus Way Ciledug - Tendean
Via :   https://tirto.id     

Terlebih dengan adanya Jalan Layang Non Tol Khusus Bus Way, yang menghubungkan Daerah Ciledug dengan Tendean, makin membuat deket aja Wilayah Tangerang dengan Jakarta.

So Kamu jadi bingung kan harus pilih, yang mana ?

Berikut Kami Hadirkan
Jakarta Vs Tangerang,
Kamu Pilih Mana ?
Nikmati Perjalanan Kekinian Anda Dengan Kami
- Senopati Tour Madiun
Lihat Lebih Lengkap>>>















1. Lengkapnya Jakarta,
bukan berarti Tangerang nggak lengkap ...

AEON Mall BSD City, Tangerang Selatan



Jakarta memang lengkap !

Sebagai Ibukota Negara, Jakarta pastinya punya itu.

Akan tetapi, bukan berarti Wilayah Daerah Penyangga, kayak Tangerang nggak punya fasiltas lengkap.





Beberapa Kota Satelit, Daerah Mandiri, Kawasan Industri, dan Perniagaan malah lebih pesat Pembangunannya dari Wilayah DKI Jakarta, yang secara wilayah makin padet, jika harus dikembangkan menjadi Kota Satelit maupun Mandiri.

Makanya beberapa Pengembang Besar, kaya Sinar Mas Land -  BSD City, Alam Sutera Realty Tbk, Ciputra, Jaya Real Property, Summarecon Agung, hingga Lippo Karawachi Tbk, juga mendirikan Daerah Kota Satelit maupun Mandirinya di tempat ini.

Jadi, nggak heran, kalau di tempat ini juga banyak Kamu jumpai Pusat Perniagaan maupun Industri tadi, di mana Sejumlah Mall, Perkantoran, Restaurant, maupun Hotel pastinya ada di wilayah ini.

Berdirinya Mall Terbaik, sekaligus Ngehits, seperti :

Bintaro X - ChangeAEON Mall BSD, Teras Kota (Teko), The Breeze, Mall At Alam Sutera, Living World, Summarecon Mall Serpong, hingga Lippo Supermal Karawachi, bukan tanpa sebab.

Munculnya Kelas Menengah Atas di Beberapa Daerah Tangerang, menjadi alasan kenapa Daerah ini menjadi lahan subur bagi Para Pengembang untuk mendirikan Kota Satelit maupun Mandiri di Wilayah ini.

Selain itu Tangerang ternyata juga punya Bandara Udara Intenasional Soekarno Hatta, Salah Satu Bandara Terbaik, dan Tersibuk di Indonesia, yang kebanyakan Kita tahunya itu berada di Jakarta, padahal bukan, melainkan di Tangerang.

2. Mahalnya Harga Tanah Di Jakarta, 
Buat Kamu Jadi Pikir 2x Untuk Menetap Di Sana

https://finance.detik.com



Tanah Jakarta, yang saat ini berkisar Rp 15 Juta/ Meter, sepertinya bakal jadi alasan bagi Kamu untuk batalin menetap di Jakarta.

Ya, rata - rata Harga Tanah di Jakarta, ya berkisar segitu, malah ada yang berkisar Rp 180 Juta/ Meter, untuk Wilayah Tertentu, kaya di Jakarta Selatan, Barat maupun Pusat.



Kalaupun harganya ada, yang berkisar di bawah Rp. 15 Juta, sudah dapat dipastikan Kamu akan dapat tanah di Wilayah, yang paling nggak enak di Jakarta, kaya Jakarta Timur, Utara atau malah di Kepulauan Seribu.

Jadi, daripada Kamu bingung cari Rumah, yang mungkin harganya juga nggak dimasuk akal, apalagi, jika dilihat Gaji Kamu, yang berkisar Rp 5 Juta/ Bulan, dan harus maksa nyicil Rumah, dan hidup di Jakarta pula,

Kenapa juga Kamu nggak coba nyari Rumah di Pinggiran Jakarta, kaya di Pamulang, Serpong, maupun Ciledug, Tangerang.

Selain lebih murah, karena harga tanah masih ada, yang berkisar 5 Juta/ Meter, wilayah ini juga deket dengan Jakarta Selatan, yang terkenal sebagai Wilayah bagi Kaum Elite, Warga Jakarta.

Selain lebih sejuk, impian Kamu untuk tinggal di Wilayah, yang berdekatan dengan Ibu Kota Jakarta, masih bisa sedikit terpenuhi, tentunya !

3. Tangerang Emang Banjir,
Tapi Banjirnya Jakarta Lebih Parah ! ...

Nyantai Dulu Ach ! ...
Via : http://blog.act.id

Kebanyakan Daerah di Indonesia, tak terkecuali Jakarta sebagai Ibu Kota, dengan Beberapa Daerah Penyangganya, jika musim hujan datang dengan curah hujan tinggi, dapat dipastiin Banjir, bakal terjadi !

Banjir di Jakarta, dengan Daerah Penyangganya, emang nggak bisa ditentuin.

Bisa – bisa, ketika Cuaca Cerah, malah banjir di beberapa titik di Jakarta, maupun Daerah Penyangganya ...

Maklum aja, namanya juga Banjir Kiriman !

Di mana Jakarta, dengan Beberapa Daerah Penyangga emang nggak sanggup menerima Volume Air, dari Hulunya, di Bendungan Katulampa, Bogor, ke Beberapa Sungai, maupun Anak Sungai,

Seperti : Ciliwung, Pesanggrahan, Kalimalang, Krukut, hingga Cisadane.

Di mana dari hari ke hari, makin sempit aja, akibat Pendirian Rumah Semi Permanen di Bantaran Sungai, maupun kurangnya Kesadaran Masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya.

Hasilnya, ya banjir di sejumlah Daerah tadi.

Tapi, jika coba dibandingkan antara Jakarta, dengan Tangerang, mana yang lebih banyak tergenang air untuk Daerahnya, ya sudah pasti Jakarta.

Jika Banjir di Tangerang hanya terjadi di Beberapa Titik, tetapi Jakarta, bisa mengenangi hampir di seluruh Wilayah Daerahnya, termasuk Beberapa Daerah Penting, seperti Istana Merdeka, maupun Jalan Protokol, Jakarta.

Hasilnya :

Banjir di Jakarta, emang nggak kenal pandang bulu.

Kaya maupun Miskin, siap - siap aja bakal nglamin banjir.

Itu termasuk, jika Kamu punya rumah di Jakarta !

Memang di Era Gubernur DKI Jakarta saat ini, normalisasi Beberapa Kali Jakarta, giat dilakukan.

Bukannya tanpa hasil, ...

Tetapi dalam meminimalisir titik banjir di Jakarta, belum sepenuhnya terealisasikan. 

Nyatanya Jakarta masih banjir juga tuh ! ...

4. Siapa Bilang Pendidikan Di Jakarta Lebih Baik !

Kampus Binus Alam Sutera, Tangerang Selatan
Via : http://properti.kompas.com

Tadi dah disebutin, sebagai Ibu Kota Negara Indonesia, Jakarta pastinya punya Fasilitas, yang lengkap, termasuk juga Fasilitas Pendidikannya.

Namun bukan berarti Daerah Penyangga Ibu Kota, seperti Tangerang, nggak punya Fasilitas Pendidikan, yang terbilang baik.

Beberapa Sekolah Negerinya, seperti SMAN 8 Tangerang, hampir seluruh Siswanya masuk ke Perguruan Tinggi Negeri, begitu juga dengan Beberapa Sekolah Swasta, yang ada di Wilayah Tangerang.

Jika, Kamu tanya berapa banyak Sekolah Bertaraf sekaligus Bertarif Internasional, ada di Tangerang ?

Jawabannya : tentu saja banyak !

Kehadiran Sekolah ini biasanya ada, seiring meningkatnya Kebutuhan Pendidikan Warga, yang mendiami Kota Mandiri maupun Satelit di Wilayah Tangerang.

Belum lagi Perguruan Tinggi Swasta Bertaraf maupun Bertarif Internasional, yang jumlahnya juga banyak, bisa dipastiin bahwa Pendidikan di Tangerang, nggak kalah dengan Jakarta.

Lagipula anggapan sebagian dari Kita bahwa Universitas Indonesia (UI), yang merupakan Salah Satu Perguruan Tinggi Negeri Terbaik Indonesia itu ada di Jakarta, juga salah besar, sebab UI itu pusatnya ada di Depok, Jawa Barat, yang ada di Jakarta itu hanya Fakultas Kedokteran saja.

Coba Kamu bandingin dengan Tangerang Selatan, yang punya Politeknik Keuangan Negara STAN, sebagai Kampus Kedinasan milik Kementrian Keuangan Republik Indonesia, pastinya jadi alasan bagi Kamu bahwa Pendidikan di Tangerang juga nggak kalah amat dengan Jakarta bukan ?

Belum lagi Tawuran Antar Pelajar, yang juga terjadi pada Sekolah Unggulan maupun Favorit, kaya SMAN 70, dan SMAN 6 Jakarta,

Hingga Tawuran Antar Mahasiswa, kaya di UKI, maupun YAI, pastinya bisa buat Kamu mikir dua kali untuk milih Sekolah di Jakarta.

Tapi, kalau Kamu maksa juga untuk Sekolah di Ibu kota, lantaran Rumah Kamu, tinggal berada di Pinggiran Jakarta, Kamu masih bisa pindah Rayon, dengan syarat nilai masuk tertentu.

“ Siap - siap aja Ikut Tawuran, maupun Bermacet Ria di Jalanan Ibu kota ! ” ...

5. Pembangunan MRT Yang Nggak Kunjung Rampung, 
Makin Buat Jakarta Macet Parah

Kapan Ya Nggak Begini ? (Nyesek) ....
Via : http://www.tandapagar.com

Pembangunan MRT memang merupakan salah satu cara untuk mengatasi Kemacetan di Jakarta, yang bisa dibilang Kronis Habis.

Untuk itu Jakarta, memang sedang gencar - gencarnya melakukan penyelesaian Pembangunan MRT ini.

Namun apa daya, Pembangunan MRT, yang tak kunjung rampung, malah memperparah hampir di seluruh Wilayah Ibu Kota Negara ini.

Beberapa Daerah, yang dahulu tidak terkena dampak Kemacetan, juga terkena dampaknya.

Hasilnya :

Kemacetan Jakarta Kronis habis !

Meski sudah dilakukan Rekayasa Lalu Lintas, tetep aja, masih dinilai kurang berhasil, dalam mengurai titik kemacetan di Jakarta.

So, Kalau Udah Begini,
Kamu Pilih Mana ? 

Create your own user feedback survey

Kembali : ARTIKEL

BacaRekomendasiKotaTerbaik

Sabtu, 01 April 2017

Mengenal Kearifan Budaya Masyarakat Lokal Lewat Event Bugil PG.Rejo Agung Madiun

Sabtu, 01 April 2017


CONTRIBUTOR
PANGKI PANGLUAR

Mengenal Kearifan Budaya Masyarakat Lokal
Lewat Event Bugil PG. Rejo Agung Madiun


 “Mengenal Kearifan Budaya Masyarakat Lokal
Adalah Salah Satu Cara Agar Kita Lebih Mencintai 
Keanekaragaman Indonesia
Penulis

Di Era Modernisasi seperti sekarang ini, tak banyak Kota Besar di Indonesia, yang tetap mempertahankan Keberadaan Kearifan Budaya Masyarakat Setempat agar tetap lestari mengikuti Kemajuan Zaman.

Kami beruntung, hidup di Kota seperti Madiun !

Kota ini, dalam luasan skala bisa dibilang tidak terlalu besar, berada setingkat dengan Kabupaten (Tingkat II), Kota Administratif, namun dengan begitu,

Nyatanya Kota ini bisa dikatakan punya Fasilitas lumayan lengkap, baik dari Perdagangan, Industri, Kesehatan, Pendidikan, maupun Wisata Kulinernya.

Kota ini juga dinilai berhasil mempertahankan Keberadaan Budaya Masyarakat Lokal Setempat.

Kenal Istilah Cangkruk ?

Istilah ini dalam Kehidupan Masyarakat Madiun, mungkin bukan hal aneh. Masyarakat Madiun, yang dikenal guyub, dan “seneng ngumpul” menjadi Penanda bahwa Kearifan Budaya Masyarakat Lokal, berhasil dipertahankan.

Di Salah Satu Sudut Tempat Nongkrong Asyik - Kota Madiun

Dampak berdirinya berbagai macam Tempat Nongkrong Asyik, yang berada di Kota ini merupakan salah satu bukti bahwa lewat Kearifan Budaya Lokal Masyarakat Setempat, Kota ini, Kami rasa telah mampu mengangkat namanya sebagai Salah Satu Kota bagi Destinasi Wisata Kuliner Terbaik Indonesia.

Coba Kamu lihat !

Berapa banyak Rumah Makan, Kafe, Warung Angkringan, hingga Tempat Nongkrong Asyik, yang berada di Kota ini ?

Walaupun mempunyai Luas Daerah, yang tidak begitu besar, namun Kehadiran Tempat Demi Tempat tersebut, dirasa cukup banyak bukan ?

Sehingga Wajar, Kota ini disebut sebagai Kota Kuliner (selain memang punya Makanan Khas Terbilang Enak seperti Pecel, dan Bluder),  

Itulah mengapa Kota ini, mampu mempertahankan Kearifan Budaya Masyarakat Lokal Setempat.

Bukan hanya itu, Eksistensi Event Buka GilingBugilPG Rejo Agung Madiun, juga merupakan salah satu cara untuk tetap mempertahankan Kearifan Budaya Masyarakat Lokal Madiun.

Berikut Kami Hadirkan
Mengenal Kearifan Budaya Masyarakat Lokal
Lewat Event Bugil PG. Rejo Agung Madiun











Mengenal Bugil Lebih Dekat !

Apa itu “Bugil” ?

Jika Salah Persepsi mungkin Konotasinya menjadi Negatif !

Bugil”, yang merupakan Akronim dari Pembukaan Giling di Beberapa Pabrik Gula, istilah ini menjadi lazim bagi Kami untuk disebutkan setiap kali ada Event Pembukaan Giling Tebu.

Semacam Pasar Malam (Night Market), yang buka dalam Jangka Waktu Tertentu, walaupun biasanya, ketika Siang maupun menjelang Sore Hari, Para Pedagang Dadakan ini, juga banyak, yang ngelapak Barang Dagangannya.


Nikmati Perjalanan Kekinian Anda Dengan Kami
- Senopati Tour Madiun
Lihat Lebih Lengkap>>>






















Entah Kapan Event Buka GilingBugil” ini terjadi pertama kali ?

Namun, yang jelas Acara Tahunan ini telah berlangsung turun temurun. Berdasarkan Tradisi Masyarakat Setempat sesuai usia Pabrik Gula itu berdiri. 

Biasanya di Awal Musim Giling, Event Tahunan ini, selalu dilakukan hampir di setiap Pabrik Gula Se - Karesidenan Madiun, yang meliputi Wilayah Kota, dan Kabupaten Madiun, Ponorogo, Magetan, hingga Ngawi.

Mereka, yang bekerja sebagai Buruh Lepas, maupun Para Karyawan Tetap di Sekitar Pabrik Gula itu, mengadakan semacam Tasyakuran atas Berkah, dan Limpahan Rahmat dari Sang Maha Kuasa, Allah SWT terhadap Keberhasilan Produksi Tebu, yang meningkat.

PGRejo Agung sendiri menjadwalkan Salah Satu Event Tahunan ini, sebagai Moment Penting bagi Keberhasilan Produksi Gula Mereka.

Dari Acara tersebut, Masyarakat membaur, menyatu dengan suasana Kemeriahan, yang biasa dilakukan selama Sepekan hingga Dua Pekan.

Penggambaran Masyarakat Madioen Tempo Dulu
Via : http://1000warnaindonesia.blogspot.co.id/



Acara, yang merupakan “Warisan Kolonial” ini, konon kabarnya dahulu diiringi dengan Musik dan Pesta Dansa Dansi, Khas Nonik Belanda, mungkin inilah , yang mendasari kenapa Masyarakat Madiun sering, yang namanya Kumpul diiring Musik di Akhir Pekan (Weekend)






Kini, suasana itu memang tidak ada, namun bukan berarti Event Tahunan untuk mempertahankan Kearifan Budaya Masyarakat Lokal Setempat ini, menjadi punah atau hilang begitu saja,

Jalan Utama Yos Sudarso - Kota Madiun, tempat di mana Pabrik Gula ini berdiri, tetap mempertahankan Event ini, sebagai Tradisi Masyarakat Setempat, yang berlangsung turun temurun.


Ada yang menarik dalam Penyelenggaraan Event Buka Giling ini.

Selain Peran Serta Pedagang, dan Kelompok Masyarakat, melalui Mitra Binaan Pabrik Gula, yang mungkin menjadi syarat utama Perusahaan BUMNPlat Merah” di Indonesia lewat Program CSRnya, di bawah  PT. PG RAJAWALI I,

Adalah Tradisi, dan Prosesi Acara, yang berlangsung turun temurun itu, seperti :

-Cetik GeniTradisi Penyulutan Api Ketel sebagai Rangkaian Pembukaan Event Buka Giling Tebu, yang secara Filosofis agar Proses Produksi berjalan lancar dan mendapatkan hasil Produksi Gula, yang maksimal

Cetik Geni adalah Awal dari “Power Tenaga Ketel Pabrik, yang diadakan dengan harapan selama proses produksi berjalan selamat.   

Jadi agar Power Penggerak itu, diberi kelancaran menggerakan suatu proses giling di PG Rejo Agung.

Prosesinya, semacam selamatan tumpengan, yang Pesertanya Para Pegawai PG Rejo Agung, dan biasa dilakukan secara Pawai atau “Kirab”.

Secara Simbolis, berarti ini sudah menghidupkan Ketel dengan Api atau Geni ke Beberapa Ketel itu, yang namanya Cetik Geni.

Link :
http://wartaagro.com/berita-%E2%80%98cetik-geni%E2%80%99jadi-awal-giling-tebu-pg-rejo-agung.html

- Selain itu Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, yang biasa dilakukan saat Puncak atau Penutupan Buka Giling menjadi Pelengkap Eksistensi Kearifan Budaya Masyarakat Lokal pada Event Tahunan ini.

Biasanya bercerita Tentang Kondisi Produksi Tebu maupun Peristiwa di Sekitar Pabrik Gula, yang dibawakan dengan Gaya Kekinian sesuai Tuntutan Zaman.

Di mana Lakonnya bisa diambil dari Cerita Pewayangan Mahabrata maupun Ramayana.

Jadi wajar, jika Event ini, juga menjadi semacam Pertemuan (Rendezvous), kala ParaABG Sebenarnya”- Angkatan Babe Gue, ingin menikmati Suasana Masa Muda, ketika dahulu, Event Tahunan ini berlangsung.

- Yang paling unik adalah Tradisi Makanan Tradisionalnya, yang dijual oleh Para Pedagang, yang sengaja Buka Lapak di tempat ini.

Sebut saja :



. Gulali/ Harum Manis Kembang Gula, sebagai Makanan Lawas berasa Manis, yang sudah ada sejak Zaman Kolonial.

Berondong Beras Versi Kekinian
Via : https://yuwimaningsih.wordpress.com/

. Berondong Beras, istilah kerennya “Pop Rice”, semacam Kue Khas Tradisional terbuat dari Beras Ketan, agar lebih mengikuti arus Kekinian, maka dibuatlah apa, yang sesuai dengan Bentuk Benda maupun Action Figure Khas Zaman Sekarang.


. Hingga Kerak Telor, yang merupakan Akulturasi Kebudayaan Kuliner Betawi, yang berhasil dihadirkan setiap ada Event Tahunan Buka Giling ini.


Jadi dapat dipastikan :

Bukan hanya Para Angkatan Babe Gue, yang menikmati suasana di Event Tahunan ini, tetapi juga Para Generasi Milinnealis, yang hidup di Era Sekarang dengan Gadgetnya, sepertinya juga larut dalam Suasana Keceriaan Event ini, terutama dalam soal incip Kuliner.

Via : https://www.flickr.com

Berkurangnya Ketersediaan Lahan Tebu untuk Pembangunan Perumahan maupun Industri lainnya, yang mengakibatkan Mati Surinya Beberapa Pabrik Gula di Karesidenan Madiun, maupun Indonesia secara umum, hingga masuknya Berbagai Jenis Gula Import Murah dari Negara Lain, seharusnya menjadi Perhatian (Concern) Lebih bagi Pemerintah.

Sebab Keberlangsungan Pabrik Gula, yang dikelola oleh Pemerintah melalui BUMN agar tetap bertahan dewasa ini, juga merupakan Penentu dari Setiap Event Tahunan, yang biasa dilakukan di tempat ini.

Melalui Event inilah Kita jadi belajar mengenal Kearifan Budaya Masyarakat Lokal Setempat sehingga dengan demikian Kita lebih mencintai Keanekaragaman Indonesia.


Mari Buat
Indonesia Lebih Baik !

Create your own user feedback survey

Lokasi :
PT. Pabrik Gula Rejo Agung Baru
Jl. Yos Sudarso No.23Patihan, Mangu Harjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63123


Kembali : ARTIKEL
 
Copyright ©2016 THE COLOUR OF INDONESIA. Designed by -Irsah
Back to top
THE COLOUR OF INDONESIA